MENELITI
GEOSFER
Fenomena-fenomena geosfer adalah kejadian-kejadian alam yang
menyangkut litosfer, atmosfer, biosfer, antroposfer, serta hidrosfer.Lapisan di
bawah kerak bumi adalah lapisan plastis, tebalnya ± 2.900 km, disebut lapisan
selubung atau mantel (misosfer). Lapisan di bawah mantel tebalnya ± 2.000 km
terdiri atas unsur besi cair disebut lapisan inti luar. Lapisan di bawah inti
luar adalah lapisan inti bumi yang terdiri atas unsur besi padat dengan
jari-jari ± 1.370 km, baik inti luar maupun inti dalam yang disebut barisfer.
Lapisan barisfer terdiri atas unsur nikel dan besi atau nife (niculum ferum).
Mengenai kejadian, struktur, dan komposisi batu-batuan kulit bumi diselidiki
oleh ilmu geologi, sedangkan sifat batu-batuannya diselidiki oleh ilmu
geofisika.
Banyak
sekali objek geosfer yang dipelajari Geografi antara lain sebagai berikut.
- Tentang penyebaran makhluk hidup secara geografi baik flora maupun manusia.
- Bentuk-bentuk muka bumi dan segala proses yang menghasilkan bentuk-bentuk tersebut seperti terjadinya pegunungan, lembah, ngarai, jurang, dan dataran tinggi.
- Tentang fosil-fosil serta bentuk-bentuk kehidupan pada zaman pra sejarah yang terdapat pada lapisan bumi seperti fosil komodo dan gajah mamut.
- Tentang penyebaran bangsa-bangsa dan adat-istiadat di muka bumi, ada ras kulit putih, kulit hitam, kulit kuning, kulit merah, dan kulit sawo matang (cokelat).
a.Atmosfer
Atmosfer
adalah lapisan yang melingkupi sebuah planet dari permukaan planet tersebut
sampai jauh di luar angkasa. Di bumi, atmosfer terdapat dari ketinggian 0 km
diatas permukaan tanah sampai dengan 560 km diatas permukaan bumi. Atmosfer
melindungi kehidupan di bumi dengan menyerap radiasi sinar ultraviolet dari
matahari dan mengurangi suhu ekstrim diantara siang dan malam. Atmosfer terdiri
atas nitrogen (78,17%) dan oksigen (20,97%) dengan sedikit argon (0,9%) ,
karbon dioksida (0,0357%), uap air, dan gas lainnya.
Bagian-bagian
dari atmosfer yakni
1.Troposfer
Dalam
lapisan ini kehidupan terlindung dari sengatan radiasi yang dipancarkan oleh
benda-benda langit lain. Dibandingkan lapisan atmosfer yang lain, lapisan ini
adalah yang paling tipis (kurang lebih 15 cm dari permukaan tanah). Dalam
lapisan ini, hampir semua jenis cuaca, perubahan suhu yang mendadak, angin,
tekanan ,dan kelembaban yang kita rasakan sehari-hari berlangsung.
2.Stratosfer
Pada
lapisan ini angina yang sangat kencang terjadi. Disini juga tempat terbangnya
pesawat. Dari bagian tengah stratosfer keatas, pola suhunya berubah menjadi
semakin bertambah semakin naik karena bertambahnya lapisan dengan konsentrasi
ozon yang bertambah. Lapisan ozon ini menyerap radiasi sinar ultraviolet.
3.Mesosfer
Kurang
leibh 20 mil/40 km diatas permukaan bumi terdapat lepisan transisi menuju
lapisan mesosfer. Pada lapisan ini, suhu kembali turun ketika ketinggian
bertambah sampai menjadi sekitar -143°C di dekat bagian atas dari lapisan ini,
yaitu kurang lebih 81 km diatas permukaan bumi. Suhu serendah ini memungkinkan
terjadinya awan noctilucent, yang terbentuk dari kristal es.
4.Termosfer
Di
lapisan ini dapat memantulkan gelombang radio. Sebelum munculnya erat satelit,
lapisan ini berguna untuk memancarkan gelombang radio jarak jauh.
5.
Eksosfer
Bagian
terluar dari atmosfer. Tempat adanya refleksi cahaya matahari yang dipantulkan oleh
partikel debu meteoritic. Cahaya matahari yang dipantulkan juga disebut cahaya
Zodiakal.
b.
Litosfer
Litosfer
adalah kulit terluar dari planet berbatu. Litosfer berasal dari kata Yunani.
Lithos yang berarti berbatu dan sphere yang berarti padat. Secara harfiah
lithosfer adalah lapisan bumi yang paling luar atau yang biasa disebut dengan
kulit bumi. Litosfer bumi meliputi kerak dan bagian teratas dari mantel bumi
yang mengakibatkan kerasnya lapisan terluar dari planet bumi. Litosfer ditopang
oleh astenosfer yang merupakan bagian yang lebih lemah, lebih panas, dan lebih
dalam dari mantel bumi. Batas antara litosfer dan astenosfer dibedakan dalam
hal responnya terhadap tegangan. Litosfer tetap pada dalam jangka waktu
geologis yang relatif lama dan berubah secara elastis karena retakan-retakan,
sedangkan astenosfer berubah seperti cairan kental. Litosfer terpecah menjadi
beberapa lempeng tektonik yang mengakibatkan terjadinya gerak benua akibat
konveksi yang terjadi dalam astenosfer.
Terdapat
2 tipe litosfer
- L. benua → berhubungan dengan kerak benua
- L. samudera → berhubungan dengan kerak samudera
Litosfer
samudera memiliki ketebalan 50-100 km , sementara litosfer benua memiliki
kedalaman 40-200 km.
c. Hidrosfer
Hidrosfer
adalah lapisan air yang ada di permukaan bumi. Kata hidrosfer berasal dari kata
hidros yang berarti air dan sphere yang berarti lapisan. Hidrosfer di permukaan
bumi meliputi danau, sungai, laut, salju, air tanah, dan uap air yang terdapat
di lapisan udara.
d.
Biosfer (flora dan fauna)
Biosfer
adalah bagian luar dari planet Bumi, mencakup udara, daratan, dan air yang
memungkinkan kehidupan dan proses biotik berlangsung. Dalam pengertian luas
menurut geofisiologi, biosfer adalah sistem ekologis global yang menyatukan
seluruh makhluk hidup dan hubungan antar mereka, termasuk interaksinya dengan
unsur litosfer, hidrosfer, dan atmosfer bumi. Bumi hingga sekarang adalah
satu-satunya tempat yang diketahui untuk mendukung kehidupan di bumi.
e.
Antroposfer
Antroposfer
adalah lapisan manusia yang merupakan tema sentral diantara sfera-sfera. Karena
kajian geografi merupakan tema sentral, maka kajian geografis sering disebut
antroposentris.
MENELITI GEOSFER
OBJEK GEOGRAFI
Objek kajian ini dapat
dibagi menjadi objek material dan objek formal.
1. Objek Material
Meliputi letak dan gejala atau fenomena yang terdapat dan terjadi di geosfer. Letak geografi dibedakan menjadi letak fisiografi dan letak sosiografi. Contoh letak fisiografi adalah letak astronomis, maritim,klimatologi, dan letak geomorfologi. Contoh letak sosiografi adalah
letak sosial, ekonomi, politik, dan letak kultural.Objek material berkaitan dengan bentang lahan fisik dan bentang lahan manusia (budaya). Bentang lahan fisik atau lingkungan alam
meliputi atmosfer (meteorologi dan klimatologi), litosfer (geologi,geomorfologi, dan pedologi), hidrosfer (oseanografi dan hidrologi), sertabiosfer (botani dan zoologi). Bentang lahan budaya atau lingkunganmanusia meliputi geografi sosial, geografi penduduk, geografi kota,geografi ekonomi, dan lain-lain.
Objek material yaitu segala sesuatu baik berupa materi atau berupa gejala geografi yang terjadi dalam ruang (geosfer) yang dipelajari oleh geografi. Karena ruang lingkupnya geosfer maka objek studi material ini berada di 5 bagian geosfer yaitu:
Objek kajian ini dapat
dibagi menjadi objek material dan objek formal.
1. Objek Material
Meliputi letak dan gejala atau fenomena yang terdapat dan terjadi di geosfer. Letak geografi dibedakan menjadi letak fisiografi dan letak sosiografi. Contoh letak fisiografi adalah letak astronomis, maritim,klimatologi, dan letak geomorfologi. Contoh letak sosiografi adalah
letak sosial, ekonomi, politik, dan letak kultural.Objek material berkaitan dengan bentang lahan fisik dan bentang lahan manusia (budaya). Bentang lahan fisik atau lingkungan alam
meliputi atmosfer (meteorologi dan klimatologi), litosfer (geologi,geomorfologi, dan pedologi), hidrosfer (oseanografi dan hidrologi), sertabiosfer (botani dan zoologi). Bentang lahan budaya atau lingkunganmanusia meliputi geografi sosial, geografi penduduk, geografi kota,geografi ekonomi, dan lain-lain.
Objek material yaitu segala sesuatu baik berupa materi atau berupa gejala geografi yang terjadi dalam ruang (geosfer) yang dipelajari oleh geografi. Karena ruang lingkupnya geosfer maka objek studi material ini berada di 5 bagian geosfer yaitu:
- Litosfer. Lithos artinya batuan dan sphera artinya lapisan. Deskripsi lengkapnya adalah lapisan penyusun kulit bumi yang terluar dan terbentuk dari batuan. Objek material geografi pada lapisan ini adalah segala sesuatu materi atau gejala geografi yang terdapat atau terjadi pada lapisan ini.
contoh dalam bentuk
materinya yaitu: batuan dengan berbagai jenisnya, gunung dengan tipe dan
ketinggianya. Sedangkan  dalam bentuk fenomena dan gejala geografi misalnya
gempa, pergerakan lempeng tektonik,
- Hidrosfer. Adalah bagian dari geosfer dalam bentuk lapisan perairan yang tersebar di lautan, tanah, permukaan tanah, atmosfer (udara), maupun dalam bentuk padat, cair, gas
Contoh dalam
bentuk materi yaitu air, salju, uap (gas) dan dalam bentuk gejala geografi
yaitu: pasang surut, arus laut, pergerakan air tanah dan lain-lain
- Atmosfer. Adalah lapisan udara yang menyelubungi bumi
Contoh dalam bentuk
materi: awan, udara beserta materi penyusunnya dan dalam bentuk gejala geografi
yaitu: perubahan unsur-unsur cuaca
- Biosfer. Lapisan kehidupan yang ada di gesofer selain dari manusia yaitu berupa flora dan fauna
Contoh materinya:
flora dan fauna dan gejalanya: persebarannya, habitatnya (kondisi ruangan yang
mendukungnya)
- Anthroposfer. Adalah lapisan kehidupan manusia di dalam ruang.
Contohnya kehidupan biologisnya (kelahiran, kematian), kehidupan
sosialnya, aktivitas ekonominya, budayanya dan lain-lain
2.Objek Formal
Merupakan cara pandang dan cara pikir terhadap objek
material dari sudut geografi. Cara pandang dan cara pikir terhadap objek
material dilihat dari segi keruangan, kelingkungan, dan kompleks
wilayah,serta waktu.
a.Sudut Pandang Keruangan
Melalui sudut pandang keruangan, objek formal ditinjau dari segi nilai suatu tempat dari berbagai kepentingan. Dari hal ini kita bisa mempelajari tentang letak, jarak, keterjangkauan (aksesibilitas),
dansebagainya.
Melalui sudut pandang keruangan, objek formal ditinjau dari segi nilai suatu tempat dari berbagai kepentingan. Dari hal ini kita bisa mempelajari tentang letak, jarak, keterjangkauan (aksesibilitas),
dansebagainya.
b.Sudut Pandang Kelingkungan
Sudut pandang ini diterapkan dengan cara mempelajari
suatu tempat dalam kaitannya dengan keadaan suatu tempat beserta
komponen-komponen di dalamnya dalam satu kesatuan wilayah. Komponen-komponen
tersebut terdiri atas komponen abiotik dan biotik.
c.Sudut Pandang Kewilayahan
Pada sudut pandang ini, objek formal dipelajari kesamaan
dan perbedaannya antarwilayah serta wilayah dengan ciri-ciri khas. Dari sudut
pandang ini kemudian muncul pewilayahan seperti kawasan gurun, yaitu
daerah-daerah yang mempunyai ciri-ciri serupa dalam komponen atmosfer.
d.Sudut Pandang Waktu
Objek formal dipelajari dari segi perkembangan dari
periode ke periode waktu atau perkembangan dan perubahan dari waktu ke waktu.
Contoh: perkembangan wilayah dari tahun ke tahun
dan kondisi garis pantai dari waktu ke waktu. Bidang Lapangan Kerja Geografi Para geograf dapat bekerja di banyak bidang lapangan kerja. Mereka ada yang menjadi pengajar atau dosen di perguruan tinggi baik negeri maupun swasta. Bidang lain yang dapat dimasuki adalah menjadi pegawai
pemerintah pusat atau daerah sebagai perencana tata ruang wilayah, ahli tata guna lahan, ahli hidrologi, ahli kependudukan, ahli kartografi, dan ahli penginderaan jauh. Contoh: Departemen Dalam Negeri (Depdagri),Departemen Kehutanan (Dephut), Departemen Permukiman dan Prasarana
Wilayah (Depkimpraswil), Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi(Depnakertrans), Departemen Keuangan (Depkeu), DepartemenPerhubungan (Dephub), Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP),
Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Badan Pengkajian dan PenerapanTeknologi (BPPT), Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional(Bakosurtanal), Lembaga Penerbangan dan Antariksa (Lapan), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Pertanahan Nasional (BPN), serta
Direktorat Jenderal Pajak. Para geograf dapat juga bekerja di swasta yang bergerak di bidang pertambangan, lingkungan hidup, kehutanan, dan industri serta jasa perdagangan dan konsultan teknik. Contoh: Perusahaan tambang multinasional dan nasional, perusahaan hak pengusahaan hutan (HPH), lembaga swadaya masyarakat (LSM) multinasional dan nasional, industri perkayuan, perusahaan konsultan teknik, serta perusahaan penjual perangkat lunak (software) SIG (Sistem Informasi Geografis) dan citra satelit.
dan kondisi garis pantai dari waktu ke waktu. Bidang Lapangan Kerja Geografi Para geograf dapat bekerja di banyak bidang lapangan kerja. Mereka ada yang menjadi pengajar atau dosen di perguruan tinggi baik negeri maupun swasta. Bidang lain yang dapat dimasuki adalah menjadi pegawai
pemerintah pusat atau daerah sebagai perencana tata ruang wilayah, ahli tata guna lahan, ahli hidrologi, ahli kependudukan, ahli kartografi, dan ahli penginderaan jauh. Contoh: Departemen Dalam Negeri (Depdagri),Departemen Kehutanan (Dephut), Departemen Permukiman dan Prasarana
Wilayah (Depkimpraswil), Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi(Depnakertrans), Departemen Keuangan (Depkeu), DepartemenPerhubungan (Dephub), Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP),
Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Badan Pengkajian dan PenerapanTeknologi (BPPT), Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional(Bakosurtanal), Lembaga Penerbangan dan Antariksa (Lapan), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Pertanahan Nasional (BPN), serta
Direktorat Jenderal Pajak. Para geograf dapat juga bekerja di swasta yang bergerak di bidang pertambangan, lingkungan hidup, kehutanan, dan industri serta jasa perdagangan dan konsultan teknik. Contoh: Perusahaan tambang multinasional dan nasional, perusahaan hak pengusahaan hutan (HPH), lembaga swadaya masyarakat (LSM) multinasional dan nasional, industri perkayuan, perusahaan konsultan teknik, serta perusahaan penjual perangkat lunak (software) SIG (Sistem Informasi Geografis) dan citra satelit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar